Minggu, 29 Januari 2012

Personality Development


MAKALAH
 “PSIKOLOGIS KEPRIBADIAN BERDASARKAN
PENDEKATAN TIPOLOGIS”

Untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Personality Development
yang dibina oleh Ibu Eris Dianawati, S.Pd.MM








Disusun Oleh  Kelompok II:


Sumisih                       (09102123)






SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI ASIA MALANG
JURUSAN AKUNTASI
DESEMBER 2011

KATA PENGANTAR


Assalamu’alaikum Warahmatullohi Wabarokatuh,
Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan bimbinganNya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah “PSIKOLOGIS KEPRIBADIAN BERDASARKAN PENDEKATAN TIPOLOGIS” ini sebagai salah satu tugas dari mata kuliah Personality Development.
Dalam kesempatan ini kami ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar- besarnya atas segala bantuan, dorongan, fasilitas dan perhatian yang telah diberikan kepada kami, yaitu kepada Ibu Eris Dianawati, S.Pd.MM selaku Dosen Pengampu Personality, serta teman- teman dan semua pihak yang membantu dalam memberikan ide- ide dalam pembuatan makalah ini.
Kami sadar bahwa dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak sekali kekurangan- kekurangannya. Oleh karena itu saran serta kritik yang bermanfaat sangat kami perlukan.
Akhirnya kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi siapa saja yang membacanya. Amin yaa robbal ‘alamin.
Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Malang, Desember 2011

                                                                                               Penulis



DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL......................................................................................................... i
KATA PENGANTAR...................................................................................................... ii
DAFTAR ISI..................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................. 1
A.  Latar Belakang.................................................................................................... 1
B.  Rumusan Masalah............................................................................................... 2
C.  Tujuan Penelitian................................................................................................. 2
D.  Manfaat penelitian ............................................................................................. 2
BAB II LANDASAN TEORITIS.................................................................................... 3
A.  Pengertian Kepribadian....................................................................................... 3
B.  Pengertian Tipologi............................................................................................. 6
C.  Macam-macam Tipologi...................................................................................... 6
1.   Tipologi Konstitusi........................................................................................ 6
2.   Tipologi Temperamen.................................................................................... 13
3.   Tipologi Berdasarkan Nilai Kebudayaan...................................................... 14
BAB IV PENUTUP.......................................................................................................... 16
A.  Kesimpulan......................................................................................................... 16

DAFTAR PUSTAKA                                                     




BAB I

PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang

Psikologi Kepribadian dalam sistematikanya diakui sebagai ilmu yang berdiri sendiri pada tahun 1879 ketika Wilhelm Wundt mendirikan laboratorium psikologi di Leipzig, Jerman. Laboratorium ini merupakan laboratorium psikologi pertama di dunia. Setelah itu psikologi mengalami perkembangan yang pesat, yang ditandai dengan lahirnya macam-macam aliran dan cabang kepribadian.

Aliran – aliran psikologi bermula dari pemahaman serta keyakinan pendapat para ahli yang mempunyai pemikiran berbeda dalam memandang manusia. Aliran – aliran itu antara lain, strukturalisme, fungsionalisme, behaviorisme, psikologi gestalt, psikologi dalam, psikologi humanistik, dan sebagainya. Sedang cabang dari psikologi sendiri berkembang dari suatu pengkajian perilaku manusia ditinjau dari sudut pandang tertentu.

Psikologi kepribadian memiliki sasaran yang hendak dicapai, diantaranya memperoleh informasi mengenai tingkah laku manusia dan mendorong individu- individu agar bisa hidup secara penuh dan memuaskan. (Koeswara,1991:4)

Psikologi kepribadian sendiri terbagi menjadi dua pendekatan, pendekatan tipologis dan pendekatan pensifatan/karakterologis. Pendekatan tipologis merupakan pendekatan berdasarkan pengetahuan yang berusaha menggolongkan manusia menjadi tipe-tipe tertentu atas dasar faktor-faktor tertentu, misalnya karakteristik fisik, psikis, dan pengaruh dominan nilai-nilai budaya. Sedangkan untuk pendekatan pensifatan/karakterologis merupakan pendekatan yang berusaha memahami dan menggambarkan individu sebagaimana adanya.


B.     Rumusan Masalah

Dengan memperhatikan latar belakang tersebut, agar dalam penulisan ini penulis memperoleh hasil yang diinginkan, maka  penulis mengemukakan beberapa rumusan masalah. Rumusan masalah itu adalah:
1.Apa Analisis Rasio Keuangan?
2.Apa Tujuan dan Kegunaan Analisa Rasio Keuangan?

C.    Tujuan

Tujuan dari penyusunan makalah ini antara lain:

1.      Untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Personality Development.
2.      Untuk menambah pengetahuan tentang Psikologis Kepribadian Berdasarkan Pendekatan Tipologis

D.    Manfaat

Manfaat yang didapat dari makalah ini adalah:

1.   Mahasiswa dapat menambah pengetahuan tentang Psikologis Kepribadian Berdasarkan Pendekatan Tipologis
2.   Mahasiswa dapat mengetahui Psikologis Kepribadian Berdasarkan Pendekatan Tipologis
3.   Mahasiswa dapat mengetahui Macam-macam Tipologi




BAB II

LANDASAN TEORI


A.     Pengertian Kepribadian

Istilah kepribadian merupakan terjemahan dan Bahasa Inggris “personality”. Istilah personality secara etimologis berasal dan bahasa Latin “persona” (kedok) dan “personare” (menembus). “Personal” biasanya dipakai oleh para pemain sandiwara pada zaman kuno untuk memerankan satu bentuk tingkah laku dan karakter pribadi, Sedangkan yang dimaksud dengan “personare” adalah bahwa pemain sandiwara itu dengan melalui kedoknya berusaha menembus keluar untuk mengekspresikan satu bentuk gambaran manusia tertentu. Misalnya: seorang pemurung, pendiam, periang, peramah, pemarah, dan sebagainya. Jadi persona itu bukan pribadi pemain itu sendiri, tetapi gambaran pribadi dan tipe manusia tertentu dengan melalui kedok yang dipakainya.
Beberapa ahli juga mendefinisikan tentang kepribadian berdasarkan paradigma yang mereka yakini dan fokus analisis dari teori yang mereka kembangkan. Maka dari itu, akan banyak kita jumpai definisi tentang kepribadian tersebut. Di antara kelompok definisi kepribadian yang dikemukan oleh para ahli, antara lain :
a.      Gordon W. Allport
Pada mulanya Allport mendefinisikan kepribadian sebagaiWhat a man really is.”Tetapi definisi tersebut oleh Allport dipandang tidak memadai lalu dia merevisi definisi tersebut (Soemadi Suryabrata, 2005: 240) Definisi yang kemudian dirumuskan oleh Allport adalah: “Personality is the dynamic organization within the individual of those psychophysical systems that determine his unique adjustments to his environment” (Singgih Dirgagunarso, 1998 : 11). Pendapat Allport di atas bila diterjemahkan menjadi : Kepribadian  adalah organisasi dinamis dalam individu sebagai sistem psikofisis yang menentukan caranya yang khas dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan.


b.      Krech dan Crutchfield
David Krech dan Richard S. Crutchfield (1969) dalam bukunya yang berjudul Elements of Psychology merumuskan definisi kepribadian sebagai berikut :Personality is the integration of all of an individual’s characteristics into a unique organization that determines, and is modified by, his attemps at adaption to his continually changing environment.” (Kepribadian adalah integrasi dari semua karakteristik individu ke dalam suatu kesatuan yang unik yang menentukan, dan yang dimodifikasi oleh usaha-usahanya dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berubah terus-menerus).

Kepribadian dapat juga diartikan sebagai “kualitas perilaku individu yang tajamrnelakukan penyesuaian dirinya terhadap lingkungan secara unik”.  Keunikan penyesuaian tersebut sangat berkaitan dengan aspek-aspek kepribadian itu sendiri, yaitu meliputi hal-hal berikut :
a.       Karakter, yaitu penggambaran tingkah laku dengan menonjolkan nilai (benar-salah, baik-buruk) baik secara eksplisit maupun implisit.
b.      Temperamen, yaitu disposisi reaktif seseorang, atau cepat/lambatnya mereaksi terhadap rangsangan-rangsangan yang datang dari lingkungan.
c.          Sikap terhadap objek (orang, benda, peristiwa, norma dan sebagainya) yang bersifat positif, negatif atau ambivalen (ragu-ragu).
d.      Stabilitas emosi, yaitu kadar kestabilan reaksi emosional terhadap rangsangan dan lingkungan. Seperti: mudah tidaknya tersinggung marah, sedih atau putus asa.
e.          Responsibilitas (tanggung jawab), kesiapan untuk menerima risiko dan tindakan atau perbuatan yang dilakukan. Seperti: mau menerima risiko secara wajar, cuci tangan, atau melarikan diri risiko yang dihadapi.
f.          Sosiabilitas, yaitu disposisi pribadi yang berkaitan dengan hubungan interpersonal. Disposisi ini seperti tampak dalam sifat pribadi yang tertutup atau terbuka; dan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain.
Berdasarkan Sumardi Suryabrata dalam bukunya “Psikologi Kepribadian 2005: 7- 8”  dinyatakan bahwa dalam mempelajari kepribadian terdapat beberapa pengetahuan yang menjelaskan kepribadian secara spekulatif, artinya kebenarannya tidak dapat dibenarkan secara ilmiah atau dapat dikatakans sebagai pengetahuan semu (pseudo science). Yang termasuk dalam pengetahuan semu tersebut antara lain :
1.        Chirologi, yaitu pengetahuan yang berusaha mempelajari kepribadian manusia berdasarkan gurat-gurat tangan.
2.        Astrologi, adalah pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepribadian atas dasar dominasi benda-benda angkasa terhadap apa yang sedang sedang terjadi di alam, termasuk waktu kelahiran seseorang.
3.        Grafologi, merupakan pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepribadian atas dasar tulisan tangan.
4.        Phisiognomi, adalah pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepribadian atas dasar keadaan wajah.  Misalnya wajah yang bulat menandakan orang yang sabar, lembut dan tenang. Sedang wajah yang bulat panjang, orangnya tentu lincah, banyak cakap, periang dan sebagainya.
5.        Phrenologi, merupakan pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepribadian berdasarkan keadaan tengkorak. Bahwa ada hubungan dengan otak yang ada didalamnya. Misalnya tengkorak yang besar tentu berisi otak yang banyak, otak yang banyak tentu berat. Otak yang berat tentu dapat menyelesaikan hal - hal yang berat , adalah orang yang pandai dan sebaliknya, bahwa tengkorak yang kecil , orangnya tentu tidak begitu pandai.
6.        Onychology, pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepribadian atas dasar keadaan kuku.

Kepribadian adalah bagian dari jiwa yang membangun keberadaan manusia menjadi satu kesatuan, tidak terpecah-belah dalam fungsi-fungsi. Kepribadian adalah ranah kajian psikologi : pemahaman tingkah laku, pikiran, perasaan, kegiatan manusia, memakai sistematik, metode, dan rasional psikologik.

B.      Pengertian Tipologi

Tipologi adalah pengetahuan yang berusaha menggolongkan manusia menjadi tipe-tipe tertentu atas dasar faktor-faktor tertentu, misalnya karakteristik fisik, psikis, pengaruh dominant nilai-nilai budaya, dst.
Tipologi menurut ilmu Psikologi terdiri dari 2 komponen, yaitu :
a.      Sifat atau karakter yang dibentuk oleh faktor lingkungan, misalnya : malas, rajin,  usil, tertutup, terbuka
b.     Watak atau disebut juga temperamen, dibentuk oleh faktor genetika, misalnya kebanyakan orang yang    berasal dari luar pulau  wataknya keras dan pemarah.

Dalam mengenal tipologi kepribadian ini, terdapat 2 aliran yang dapat membedakannya yaitu aliran naturalisme dan nativisme. Salah satu tokoh dari aliran naturalisme yaitu Schoupenhour menyatakan bahwa segala yang suci ada di tangan Tuhan, namun yang rusak ada di tangan manusia. Sedangkan dalam aliran Nativisme, J.J. Rousseau berpendapat bahwa faktor bawaan lebih kuat daripada faktor luar.

C.     Macam – Macam Tipologi

1.     Tipologi Konstitusi
Tipologi konstitusi merupakan tipologi yang dikembangkan atas dasar aspek jasmaniah. Dasar pemikiran yang dipakai para tokoh tipologi konstitusi adalah bahwa keadaan tubuh, baik yang tampak berupa bentuk penampilan fisik maupun yang tidak tampak, misalnya susunan saraf, otak, kelenjar- kelenjar, darah, menentukan ciri pribadi seseorang.
Beberapa ahli yang telah mengembangkan tipologi konstitusi,  diantaranya: Hippocrates dan Gallenus, De Giovani, Viola, Sigaud, Sheldon, dan sebagainya. Berikut ini pemaparan tentang beberapa teori konstitusi :
a.       Tipologi Hippocrates – Gallenus
Tipologi ini dikembangkan Gallenus berdasarkan pemikiran Hippocates. Hippocrates (460-370 Sm) terpengaruh oleh pandangan Empedocles, bahwa alam semesta beserta isinya ini tersusun dari 4 unsur dasar yaitu: tanah (kering), air (basah), udara (dingin), dan api (panas).
Berdasarkan pandangan Empedocles tersebut, selanjutnya Hippocrates menyatakan bahwa bahwa di dalam tubuh setiap orang  terdapat 4 macam cairan yang memiliki sifat seperti keempat unsur alam. yaitu :
ü  sifat kering dimiliki oleh chole atau empedu kuning,
ü  sifat basah dimiliki oleh melanchole atau empedu hitam,
ü  sifat dingin terdapat pada phlegma atau lendir,
ü  sifat panas dimiliki oleh sanguis atau darah.
Gallenus ( 129- 199 SM ) sependapat dengan Hippocrates, bahwa di dalam tubuh setiap orang terdapat 4 macam cairan tersebut. Selanjutnya Gallenus menyatakan bahwa cairan-carairan tersebut berada dalam tubuh manusia dalam proporsi tertentu. Dominasi salah satu cairan terhadap cairan yang lain mengakibatkan sifat-sifat kejiwaan yang khas. Sifat-sifat kejiwaan yang khas ada pada seseorang sebagai akibat dominannya salah satu cairan tubuh tersebut oleh Galenus disebutnya temperamen (Sumadi Suryabrata (2005:12). Pandangan Hippocrates yang kemudian dilengkapi oleh Gallenus selanjutnya disebut tipologi Hippocrates Gallenus dapat disajikan secara ringkas sebagai berikut (Sumadi Suryabrata, 2005: 13).
                                            i.         Tipe Kepribadian Choleris
Cairan yang lebih dominan dalam tubuh yaitu cairan chole. Dimana orang yang choleris adalah orang yang memiliki tipe kepribadian yang khas seperti hidup penuh semangat, keras, hatinya mudah terbakar, daya juang besar, optimistis, garang, mudah marah, pengatur, penguasa, pendendam, dan serius.Orang - orang yang bertipe Choleris umumnya handal dan berbakat dalam bidang :
ü  Produser
ü  Eksekutif
ü  Jendral
ü  Pemimpin
ü  Penjahat
ü  Memperalat orang
                                          ii.              Tipe kepribadian Melancholis
Cairan yang lebih dominan dalam tubuh yaitu cairan melanchole. Dimana orang yang melancholis adalah orang yang memiliki tipe kepribadian yang khas seperti mudah kecewa, daya juang kecil, muram, pesimistis, penakut, dan kaku.Orang - orang yang terlahir Melancholic umumnya berbakat dan handal dalam bidang :
ü  Seniman
ü  Musikus
ü  Penemu
ü  Filsafat
                                        iii.              Tipe Kepribadian Phlegmatis
Cairan yang lebih dominan dalam tubuh yaitu cairan phlegma. Dimana orang yang phlegmatis adalah orang yang memiliki tipe kepribadian yang khas seperti tidak suka terburu-buru, tenang, tidak mudah dipengaruhi, setia, dingin, santai dan sabar.Orang - orang yang terlahir Flegmatis  umumnya handal dan berbakat dalam :
v  Akuntan
v  Diplomat
v  Peneliti dan sebagainya
                                        iv.              Tipe Kepribadian Sanguinis
Cairan yang lebih dominan dalam tubuh yaitu cairan sanguis. Dimana orang yang sanguinis adalah orang yang memiliki tipe kepribadian yang khas seperti hidup mudah berganti haluan, ramah, mudah bergaul, lincah, periang, mudah senyum, dan tidak mudah putus asa.Orang - orang yang mempunyai sifat ini umumnya  handal dan berbakat dalam bidang :
ü  Salesman
ü  Guru
ü  Pidato
ü  Dan berpeluang menjadi seorang pemimpin
Pada dasarnya dalam kehidupan, manusia memiliki keempat cairan dan keemat tipe kepribadian tersebut akan tetapi tergantung mana yang lebih dominan. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa dalam kehidupan ini keempat tipe tersebut saling melengkapi yaitu si Cholerisyang berkemauan memproduksi hasil penemuan dari Melancholis yang mempunyai bakat yang luar biasa yang dijual oleh Sanguinis yang menarik dan dinikmati oleh Flegmatis yang hidupnya santai.
b.      Tipologi Viola
Viola, seorang ahli dari Italia, mengemukakan tipologi yang didasarkan pada bentuk tubuh sebagaimana telah dilakuakn penelitian oleh De Giovani. Atas dasar aspek tersebut Viola mengemukakan tiga golongan atau tipe bentuk tubuh manusia (Sumadi Suryabrata, 200518), yaitu :
1)   Tipe Microsplanchnis, yaitu bentuk tubuh yang ukuran menegaknya lebih dari pada perbandingan biasa, sehingga yang bersangkutan kelihatan jangkung.
2)   Tipe Macrosplanchnis,yaitu bentuk tubuh yang ukuran mendatarnya lebih dari pada perbandingan biasa, sehingga yang bersangkutan kelihatan pendek.
3)   TipeNormosplanchnis, yaitu bentuk tubuh yang ukuran menegak dan mendatarnya selaras, sehingga tubuh kelihatan selaras pula.
c.       Tipologi Sigaud
Sigaud, seorang ahli psikologi dari Perancis, menyusun tipologi manusia berdasarkan 4 macam fungsi tubuh, yaitu : motorik, pernafasan, penecernaan, dan susunan saraf sentral.Dominasi salah satu fungsi tubuhtersebut menentukan tipe kepribadian. Atas dasar pandangan di ataskemudian Sigaud menggolongkan manusia menjadi 4 tipe, yaitu :
1)      Tipe Muskuler
Tipe ini dimiliki oleh orang fungsi motoriknya paling menonjol disbanding fungsi tubuh yang lain, dengan ciri khas : tubuh kokoh, otot-otot berkembangan dengan baik, dan organ-oragan tubuh berkembang secara selaras.
2)      Tipe Respiratoris
Tipe ini ada pada orang yang memiliki fungsi pernafasan yang kuat dengan ciri-ciri : muka lebar serta thorax dan leher besar.
3)      Tipe digestif
Tipe digestif terdapat pada orang yang memiliki fungsi pencernaan yang kuat dengan cirri-ciri : mata kecil, thorax pendek dan besar, rahang serta pinggang besar.
4)      Tipe cerebral
Tipe keempat dari tipologi Sigaud ada pada orang yang memiliki susunan saraf sentral yang kuat disbanding fungsi tubuh lainnya dengan ciri-ciri : dahi menonjol ke depan dengan rambut ditengah, mata bersinar, daun telinga lebar, serta kaki dan tangan kecil.

d.      Tipologi Sheldon
Sheldon berpendapat bahwa ada tiga komponen jasmaniah yang mempengaruhi bentuk tubuh manusia, yaitu : endomorphy, mesimorphy, dan ectomorphy. Istilah-istilah tersebut oleh Sheldon dikembangkan dari istilah yang berhubungan dengan terbentuknya foetus manusia, lapisan endoderm, mesoderm, dan ectoderm. Menurut Sheldon dominasi dari dari salah satu lapisan tersebut akan menyebabkan kekhasan terhadap bentuk tubuh. Dengan demikian maka ada 3 tipe manusia berdasarkan bentuk tubuhnya, yaitu :
1)      Tipe Endomorph,
Tipe endomorph merupakan tipe yang disebabkan oleh dominannya komponen endomorphy terhadap dua komponen lainnya, ditandai oleh : alat-alat dalam dan seluruh sistem digestif memegang peran penting. Bentuk tubuh tipe ini kelihatan lembut, gemuk, berat badan relatif rendah. Seseorang yang bertipe endomorph umumnya mempunyai sifat diantaranya Orang yang relaks, Suka hiburan, Gemar makan - makan, tidur nyenyak, butuh orang lain saat menghadapi kesukaran
2)      Tipe mesomorph
Tipe mesomorph terbentuk oleh karena komponen mesomorphy yang lebih dominan dari koponen lainnya, maka bagian-bagian tubuh yang berasal dari mesoderm relatif berkembang lebih baik, yang ditandai dengan otot-otot, pembuluh darah, dan jantung dominan. Bentuk tubuh tipe mesomorph kelihatan kuat, kokoh dan keras. sedangkan sifat - sifat umum yang dimilki oleh orang yang bertipe mesomorph diantaranya gagah, perkasa, aktif, terus terang, suara lantang, dewasa menghadapi kesukaran serta butuh gerakan tertentu.
3)      Tipe ectomorph
Pada tipe ini organ-organ yang berasal dari ectoderm (kulit dan sistem syaraf) yang terutama berkembang. Bntuk tubuh tipe ectomorph terlihat jangkung, dada kecil dan pipih, lemah, dan otot-otot tidak berkembang. Sedangkan sifat – sifat umum yang dimiliki oleh orang yang bertipe ectomorph diantaranya sikap ragu – ragu, reaksi cepat, menarik diri, kurang berani berbicara dengan orang banyak, mempunyai kebiasaan tetap, suara kurang bebas, tidur kurang nyenyak, awet muda serta menyendiri.

Ketiga tipe tersebut merupakan pengelompokan Sheldon berdasarkan komponen – komponen primer, sedangkan pengelompokan sheldon menurut komponen – komponen sekunder diantaranya :
a)      Tipe Viscertonia
Dinamakan dengan tipeviscertonia karena kelompok sifat- sifat yang dicakupnya berhubungan dengan fungsi dan anatomi alat - alat visceral/digestif. Orang yang viserotonis itu mempunyai alat pencernaan yang relatif besar dan panjang dengan hati besar.
Sifat - sifat temperamen dari komponen ini ialah sifatnya rileks, suka hiburan, gemar makan - makan , besar kebutuhan akan resonasi dari orang lain, tidurnya nyenyak, bila menghadapi kesukaran membutuhkan orang lain.
b)      Tipe Somatotonia
Dinamakan dengan tipe Somatotonia karena kelompok sifat- sifat yang dicakupnya berhubungan dengan dominasi fungsi anatomi daipada struktur somatis. Orang yang somatotonis aktivitas otaknya ingin dominan. Orang ini gemar akan ekpresi muskuler, suka mengerjakan sesuatu yang menggunakan otot, mendapat pengalaman fisik.Sifat - sifat temperamen dari komponen ini adalah Sikapnya gagah, Perkasa, Kebutuhan bergeraknya besar, Suka berterus terang., Suara lantang, Nampaknya lebih dewasa dari sebenarnya, Bila menghadapi kesukaran butuh melakukan gerakan- gerakan tertentu.
c)      Tipe Cerebrotonia
Sifat - sifat komponen yang dimiliki oleh orang dengan tipe cerebrotonia  adalah sikapnya ragu - ragu, kurang gagah, reaksinya cepat, kurang bergaul dengan orang banyak, kurang berani berbicara dengan orang banyak, kebiasaannya tetap, tidak teratur, suara kurang bebas, tidur kuranng nyenyak, nampak lebih muda dari usia sebenarnya, bila menghadapi kesukaran butuh mengasingkan diri.

2.     Tipologi Temperamen
Tipologi temperamen merupakan tipologi yang disusun berdasarkan karakteristik segi kejiwaan. Dasar pemikiran yang dipakai para tokoh yang  mengembangkan tipologi temperamen adalah bahwa berbagai aspek kejiwaan seseorang seperti : emosi, daya pikir, kemauan, dst. Menentukan karakteristik yang bersangkutan. Yang tergolong tipologi jenis ini antara lain : tipologi Plato, tipologi Immanual Kant, tipologi Bhsen, Tipologi Heymans, dst.

a.         Tipologi Plato
Menurut Plato kemampuan jiwa manusia terdiri dari 3 macam, yaitu pikiran, kemauan,dan hasrat. Dominasi salah satu kemampuan inilah yang menyebabkan kekhasan pada diri manusia. Atas dasar hal ini Plato menggolongan manusia ke dalam 3 tipe yaitu sebagai berikut.
1)        Tipe manusia yang terutama dikuasai oleh pikirannya, artinya bahwa pikiran itu sumber kebijaksanaanmakayang sesuai untuk menjadi pemimpin dalam pemerintahan.
2)        Tipe manusia yang terutama dikuasai oleh kemauan yang berkedudukan dalam dada. Artinya bahwa kemauan itu sumber keberanian, maka salah satu contoh profesi yang sesuai untuk tipe ini adalah menjadi tentara.
3)        Tipe manusia yang dikuasai oleh hasratnya yang  berkedudukan dalam tubuh bagian bawah. Artinya bahwa sumber kekuatan adalah menahan hawa nafsu. Maka profesi yang cocok untuk tipe ini adalah menjadi pekerja tangan.

Ketiga kebaikan dalam tipe tersebut mewujudkan keadilan. Maka Menurut uraian ini dapat disimpulkan bahwa tentu ada tipe manusia tertentu, sebab ketiganya tentu tidak sama kuatnya, sehingga ada orang yang paling kuat kebijaksanaannya atau keberaniaannya atau kekuatan menahan hawa nafsu.
b.         Tipologi Heymans
Heymans, seorang bekas guru Psikologi di Groningen,menyatakan bahwa manusia memiliki tipe kepribadian yang bermacam-macam, namun dapat digolongkam menjadi tiga  tipe prinsip dasar kualitas kejiwaannya, yaitu :
1)        Emosionalitas, mudah tidaknya perasaan terpengaruh oleh kesan- kesan dan kehidupan perasaannya. Orang dengan tipe ini mempunyai beberapa ciri – ciri diantaranya lekas memihak, fantasi kuat, tulisan dan bicaranya aneh, kurang mencintai kebenaran, mudah marah dan senang sensasi
2)        Fungsi Sekunder, yaitu kuat lemahnya kesan-kesan ada dalam kesadaran setelah faktor yang menimbulkan kesan-kesan tersebut tidak ada. Sebagai lawan fungsi sekunder adalah fungsi primer, yaitu seseorang yang hanya sebentar saja menyimpan kesan itu didalam jiwanya.. seseorang yang berfungsi sekunder mempunyai ciri – ciri diantaranya  betah dirumah, taat kepada adat, setia dalam persahabatan, besar rasa terima kasihnya, sukar menyesuaikan diri, dan konsekwen.
3)        Aktivitas, adalah banyak sedikitnya peristiwa-peristiwa kejiwaan menjelma menjadi tindakan nyata. Seseorang yang mempunyai tipe aktivitasnya kuat mempunyai ciri – ciri diantaranya suka bekerja, mudah bertindak, hobinya banyak, mudah mengatasi kesulitan, tidak mudah putus asa.
Masing-masing kualitas kejiwaan tersebut secara teoritis dibedakan menjadi dua macam, kuat dan lemah. Atas dasar hal ini menggolongan tipe manusia menjadi delapan sebagaimana disajikan dalam tabel berikut ini (Sumadi Suryabrata, 2005: 86).

3.        Tipologi Berdasarkan Nilai-nilai Kebudayaan
Tipologi berdasarkan nilai-nilai kebudayaan dikembangkan oleh Eduard Spranger. Spranger menyatakan bahwa kebudayaan (culture) merupakan sistem nilai, karena kebudayaan itu tidak lain adalah kumpulan nilai-nilai budaya yang tersusun atau diatur menurut struktur tertentu. Kebudayaan sebagai sistem nilai oleh Spranger di golongkan menjadi 6 bidang yang secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu :
a.    Bidang-bidang yang berhubungan dengan manusia sebagai individu, yang didalamnya terdapat 4 nilai budaya :
§  pengetahuan
§  ekonomi
§  kesenian
§  keagamaan
b.   Bidang-bidang yang berhubungan dengan manusia sebagai anggota masyarakat, yang didalamnya terdapat 2 nilai budaya :
§  kemasyarakatan
§  politik


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Psikologi kepribadian terbagi menjadi dua pendekatan, pendekatan tipologis dan pendekatan pensifatan/ karakterologis. Pendekatan tipologis merupakan pendekatan berdasarkan pengetahuan yang berusaha menggolongkan manusia menjadi tipe-tipe tertentu atas dasar faktor-faktor tertentu, misalnya karakteristik fisik, psikis, dan pengaruh dominan nilai-nilai budaya. Sedangkan untuk pendekatan pensifatan/ karakterologis merupakan pendekatan yang berusaha memahami dan menggambarkan individu sebagaimana adanya.
Tipologi adalah pengetahuan yang berusaha menggolongkan manusia menjadi tipe-tipe tertentu atas dasar faktor-faktor tertentu, misalnya karakteristik fisik, psikis, pengaruh dominan nilai-nilai budaya, dan lain sebagainya. Psikologi kepribadian berdasarkan tipologi dapat dibedakan menjadi tipologi konstitusi, tipologi temperamen, dan tipologi berdasarkan nilai- nilai kebudayaan.




DAFTAR PUSTAKA


Alwisol. (2005) Psikologi Kepribadian . Malang : Penerbit UniversitasMuhammadyah Malang.
Boeree, CG. (1997) .Personality Theories :Melacak Kepribadian Anda Bersama Psikolog Dunia.(Alih bahasa : Inyiak Ridwan Muzir). Yogyakarta:Primasophie.
Dirgagunarsa, Singgih. (1978) Pengantar Psikologi . Jakarta : BPK GunungMulia.
Farozin, H. M. Dan Fathiyah, Kartika Nur. (2004) Pemahaman Tingkah Laku .Jakarta : Rineka Cipta.
Heuken, Adolf S.J. (1979) Tantangan Membina Kepribadian : Pedoman Mengenal Diri . Kanisius :Yogyakarta.
Koeswara, E. (2001)Teori-teori Kepribadian . Bandung Eresco.Kretch, David dan Crutchfield, Ricahrd S. (1969) Elements of Psychology . NewYork : Alfred A. Knopf.
Nana Syaodih. (2003)Landasan Psikologi Proses Pendidikan . Bandung : PTREmaja Rosdakarya.
Sagimun Mulus Dumadi. (1982) Pembentukan dan Pendidikan Watak . Jakarta: Pradnya Paramita.Sumadi Suryabrata. (2005)Psikologi Kepribadian . Jakarta : CV Rajawali.
Supratiknya, A. (editor) (1993)Teori-teori Holistik : Organismik – Fenomeno- logis . Yogyakarta : Kanisius.
http://www.psychologymania.com/2011/09/teori-tipologi-kepribadian.html diakses tanggal 10 Desember 2011
http://www.scribd.com/doc/39636979/PSIKOLOGI-KEPRIBADIAN diakses tanggal 10 Desember 2011

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar